AAO BCSC 2024–2025 · Section 11 · Chapter 8 · pp. 131–158

Phacoemulsification for Cataract Extraction

Catatan lengkap untuk residen oftalmologi mengenai ultrasonik, fluidics, pump systems, tahapan operasi phaco, insisi, capsulorrhexis, hydroprocedures, nucleus disassembly, irrigation–aspiration, implantasi IOL, femtosecond laser, outcome, sustainability, serta glossary phacodynamics.

Identitas sumber

Sumber utama: AAO BCSC 2024–2025, Section 11: Lens and Cataract, Chapter 8 “Phacoemulsification for Cataract Extraction”, printed pages 131–158, sebanyak 28 halaman PDF.

🟦 Konsep/alat🟩 Teknik & interpretasi🟨 Poin ujian🟧 Langkah operasi🟥 Komplikasi🟪 Clinical pearl

Ruang lingkup: phacoemulsification pada katarak dewasa. Detail katarak pediatrik dirujuk sumber ke BCSC Section 6. Informasi video/QR eksternal tidak ditambahkan karena tidak berada di dalam file.

A. Tujuan pembelajaran dan concept map

Tujuan pembelajaran

  • Menjelaskan mekanisme ultrasound, cavitation, stroke, heat, chatter, dan duty cycle.
  • Membedakan flow/peristaltic pump dan vacuum/Venturi pump.
  • Menghubungkan aspiration flow, vacuum, occlusion, rise time, followability, dan surge.
  • Menyusun tahapan phaco dari time-out hingga wound closure.
  • Memahami arsitektur clear corneal dan scleral tunnel incision.
  • Melakukan CCC, hydrodissection, hydrodelineation, rotation, sculpting, cracking, chopping, dan segment removal.
  • Memilih lokasi emulsifikasi sesuai kapsul, zonula, pupil, dan kondisi kornea.
  • Memilih IOL dan lokasi implantasi berdasarkan dukungan kapsular.
  • Menjelaskan peran femtosecond laser, outcome, dan prinsip sustainability.
Marking & time-out
Exposure & incisions
CCC
Hydroprocedures
Nucleus disassembly
I/A & IOL
OVD removal & closure
Empat sistem yang harus sinkron selama phaco
Ultrasound
Power, mode, duty cycle, stroke, tip motion.
Irrigation
Infusion pressure, chamber stability, cooling.
Aspiration
Flow, vacuum, occlusion, holding power.
Teknik tangan
Sculpt, chop, rotate, emulsify, protect capsule/endothelium.

B–D. Definisi, sejarah, dan konteks pp. 131–132

Phacoemulsification adalah ekstraksi katarak menggunakan tip yang digerakkan ultrasonik untuk mengemulsifikasi nukleus, diikuti pengeluaran fragmen melalui sistem aspirasi otomatis.

  • Era modern dimulai tahun 1967 ketika Charles Kelman memperkenalkan phacoemulsification.
  • Insisi lebih kecil menurunkan komplikasi luka dan vitreus serta mempercepat rehabilitasi visual.
  • Penerimaan meningkat pada 1990-an bersama perkembangan OVD, IOL, dan outpatient surgery.
  • Merupakan metode ekstraksi tersering di Amerika Serikat dan wilayah berpendapatan tinggi.
  • Di negara berpendapatan rendah-menengah, biaya mesin dan disposables membatasi penggunaan; ECCE dan MSICS lebih umum.
  • ICCE dan couching kini jarang.
🟨 Highlight: lebih dari 90% mata setelah phaco mencapai spherical equivalent pascaoperasi dalam 1.00 D dari prediksi biometri.

E. Instrumentasi dan foot pedal pp. 132–133

Komponen utama mesin: handpiece, foot pedal, irrigation system, dan aspiration pump. Handpiece berfungsi seperti gabungan jackhammer, vacuum, dan garden hose: mengemulsifikasi, mengaspirasi, mendinginkan tip, dan mempertahankan kedalaman bilik anterior.

Mekanisme mekanik

  • Piezoelectric crystals mengubah energi listrik menjadi osilasi mekanik to-and-fro.
  • Stroke length meningkat saat power dinaikkan.
  • Gerak maju memampatkan gas terlarut; gerak mundur mengembangkan gas dan membentuk bubble.
  • Implosi bubble melepaskan panas dan shock waves yang memecah nukleus.
  • Torsional atau elliptical motion menambah gaya nonaksial dan meningkatkan disassembly.
Longitudinal phaco motion
Figure 8-1A, p. 132. Gerak longitudinal.
Torsional phaco motion
Figure 8-1B. Gerak torsional.
Elliptical phaco motion
Figure 8-1C. Gerak elliptical.

Posisi foot pedal

Posisi 0
Idle
Posisi 1
Irrigation aktif
Posisi 2
Aspiration/vacuum aktif
Posisi 3
Ultrasound ditambahkan
  • Fixed power: set 0%–100%, daya terpilih langsung diberikan saat masuk posisi 3.
  • Variable ultrasound: power dikontrol berdasarkan kedalaman depresi pedal di posisi 3.

Phaco power: manfaat dan bahaya p. 133

Efek menguntungkan

  • Cavitation
  • Shock waves
  • Shear forces
  • Mechanical disassembly

Efek merugikan

  • Chatter karena repulsive stroke melawan aspiration
  • Heat buildup
  • Wound burn/corneal incision contracture
  • Endothelial damage

Efisiensi ditingkatkan dengan menyesuaikan tip size/angle, memakai pulse atau burst, serta torsional/elliptical movement untuk mengurangi energi dan panas.

Phaco tip p. 133

Phaco tip bevels
Figure 8-2A. Bevel 0°, 15°, 30°, 45°, dan 60°.
Phaco tip configurations
Figure 8-2B. Straight, curved Kelman, flared, dan balanced configurations.
Bevel lebih curamKeuntunganKeterbatasan
Port oval dengan area lebih besarHolding force dan cutting efficiency lebih besarLebih sulit di-occlude untuk mencapai full vacuum

End configuration dapat straight, curved/Kelman, flared, atau balanced. Pemilihan terutama berdasarkan preferensi dan teknik surgeon.

Pulse, burst, torsional, dan elliptical phaco pp. 134–135

Phaco power modulation

Intermittent delivery mengurangi total energi, repulsion/chatter, dan meningkatkan followability.

AspekPulse modeBurst mode
Yang diaturJumlah pulse per second; power tiap pulse naik seiring pedal lebih dalamPreset power tetap; interval antarburst makin pendek saat pedal ditekan
Full depression posisi 3Setiap pulse mencapai preset maximum powerMenjadi continuous power
Kegunaan khasEmulsifikasi dengan energi intermittent dan followability baikMembenamkan tip ke nukleus untuk chopping
Duty cycleTradisional 50:50; sistem modern dapat mengubah duty cycle dan pulses/sPedal mengontrol antara minimum dan maximum duty cycle
Pulse versus burst phaco graph
Figure 8-3, p. 135. Pulse: pedal mengontrol power dengan duty cycle tetap. Burst: pedal mengontrol frekuensi burst dengan power dan burst duration tetap.

Torsional dan elliptical

  • Torsional: oscillatory side-to-side movement diperbesar oleh curved Kelman tip dan menghasilkan shearing forces.
  • Elliptical: kombinasi transverse dan longitudinal, menghasilkan elliptical cutting pattern.
  • Keduanya dapat mengurangi chatter dan total phaco energy.

Irrigation dan stabilitas bilik anterior pp. 134–136

  • Coaxial BSS melalui sleeve mendinginkan tip dan mencegah heat injury.
  • Irrigation mempertahankan anterior chamber dengan menggantikan egress melalui aspiration dan luka.
  • Infusion pressure dapat dikontrol dengan bottle height/gravity, pressurized bottle, atau collapsible bag dengan pressure plates dan feedback.
  • Additives yang disebut: phenylephrine, epinephrine, ketorolac untuk mempertahankan dilatasi; sebagian surgeon menambahkan antibiotic.
🟨 Prinsip: chamber stability memerlukan inflow yang mampu menyeimbangkan aspiration/outflow. Flow terlalu tinggi atau infusion terlalu rendah meningkatkan risiko chamber shallowing.

Aspiration pumps pp. 136–138

Flow menarik material menuju port; vacuum menentukan seberapa erat material yang mengocclude port dipegang. Dua tipe utama adalah flow/peristaltic pump dan vacuum/Venturi pump.

Peristaltic/flow pump

  • Rollers menekan flexible tubing dan secara langsung menghasilkan flow.
  • Pedal lebih dalam di posisi 2 → rollers lebih cepat → aspiration flow naik.
  • Mesin mengontrol flow secara langsung dan menetapkan vacuum limit.
  • Vacuum terbentuk tidak langsung akibat resistance, terutama setelah occlusion.
  • Saat unoccluded, flow tinggi menarik fragmen lebih cepat.
  • Saat complete occlusion, vacuum naik hingga preset limit dan menentukan grip.
  • Flow tinggi saat occlusion → vacuum rise time lebih cepat.
  • Modern peristaltic systems dapat menurunkan vacuum saat complete occlusion dengan sedikit mengangkat pedal dalam posisi 2.
Peristaltic pump
Figure 8-4, p. 137. Rollers mendorong cairan melalui tubing menuju drainage bag.

Venturi/vacuum pump

  • Gas mengalir melewati port dan menciptakan vacuum sesuai Venturi effect.
  • Mesin mengontrol vacuum secara langsung; flow muncul tidak langsung.
  • Saat tidak occluded, vacuum lebih tinggi → aspiration flow lebih cepat.
  • Rise time intrinsik cepat dapat diperlambat dengan programmed delay atau depresi pedal lebih perlahan.
  • Saat complete occlusion, linear vacuum control secara klinis setara dengan modern peristaltic control.
Venturi pump
Figure 8-5, p. 138. Gas flow menarik udara dari rigid cassette dan menghasilkan vacuum yang menarik cairan melalui aspiration tubing.

Perbandingan ringkas

ParameterPeristalticVenturi
Kontrol langsungAspiration flow rateVacuum level
VacuumMeningkat terutama setelah occlusionAda segera melalui cassette vacuum
Attraction saat unoccludedDitentukan flow settingVacuum setting menghasilkan flow
Rise timeDipengaruhi aspiration flowCenderung cepat; dapat diprogram/dikontrol pedal
Keunggulan praktisKontrol flow dan chamber lebih intuitifRespons vacuum cepat dan strong attraction

B. Istilah penting fluidics dan phacodynamics p. 157

Aspiration flow rate
Kecepatan pengeluaran fluid dan lens material dalam mL/min; terjadi saat port belum completely occluded dan menentukan kecepatan fragmen mendekati port.
Aspiration port
Lubang pada ujung phaco tip atau I/A handpiece untuk mengeluarkan cairan dan material.
Compliance
Kemudahan tubing berubah bentuk akibat vacuum. High-compliance tubing lebih mudah kolaps dan menghasilkan surge lebih besar saat occlusion pecah.
Followability
Kecepatan dan kemudahan fragmen tertarik serta tertahan di port. Distal followability ditingkatkan oleh flow; proximal followability oleh flow dan vacuum.
Infusion pressure
Tekanan cairan irrigation; dikontrol bottle height atau IOP setting pada bag-compression system.
Irrigation
Influx cairan ke mata yang berhubungan dengan infusion pressure.
Occlusion
Sumbatan port/tubing yang menyebabkan vacuum meningkat hingga preset atau material terevakuasi.
Rise time
Waktu yang dibutuhkan vacuum untuk mencapai level tertentu setelah occlusion.
Surge/postocclusion surge
Aliran mendadak dari anterior chamber bertekanan lebih tinggi ke aspiration tubing bertekanan lebih rendah setelah occlusion pecah, berisiko chamber shallowing dan aspiration iris/kapsul.
Vacuum
Negative pressure dalam aspiration tubing, mmHg; menghasilkan gripping force saat port occluded.
Vacuum limit
Vacuum maksimum yang dapat dicapai pada complete occlusion.
🟥 Mengurangi surge: tingkatkan infusion pressure, turunkan vacuum, gunakan low-compliance tubing berdiameter kecil, port lebih kecil, coiled tubing, dan occlusion-mode software yang memodifikasi irrigation/aspiration.

Outline prosedur phacoemulsification

Eye marking & time-out
Anesthesia, prep, drape, speculum
Paracentesis & main incision
CCC
Hydrodissection ± delineation
Disassembly/removal
I/A, IOL, closure

Exposure

  • Speculum harus mengakomodasi phaco handpiece dan instrumen lain.
  • Surgeon dapat duduk superior atau temporal.
  • Pertimbangkan brow prominence, pterygium besar, filtering bleb, riwayat operasi, dan axis astigmatism karena luka clear corneal menimbulkan mild flattening pada lokasinya.

Paracentesis, clear corneal incision, dan scleral tunnel pp. 138–141

Paracentesis

  • Untuk second instrument, intracameral additives, dan iris hooks.
  • Dibuat satu atau dua, sekitar 2–3 clock-hours dari main incision.
  • Blade 15° atau MVR; entry lurus sejajar iris atau sedikit ke bawah.
  • Dapat dibuat dengan femtosecond laser.
  • Setelahnya dapat diberikan intracameral anesthetic/mydriatic lalu OVD.
💡 Clinical pearl: pantulan cahaya mikroskop pada paracentesis blade membantu memastikan blade sejajar dengan iris plane.

Clear corneal incision

  • Lebar tipikal 1.8–3.2 mm.
  • Insisi lebih besar pada steep axis dapat mengurangi astigmatisme kecil yang bermakna.
  • Stabilisasi globe dapat memakai fixation ring, 0.12-mm toothed forceps, atau counterpressure instrument.
  • Tujuan utama: stable, watertight wound untuk mencegah leak dan endophthalmitis.
Triplanar and biplanar clear corneal incisions
Figure 8-6, p. 139. Triplanar dan biplanar architecture.
Uniplanar clear corneal incision
Figure 8-6. Uniplanar architecture.
JenisTeknik/karakteristikRisiko bila salah
Multiplanar/triplanarGroove 0.3 mm tegak lurus, tunnel tangensial, lalu masuk AC.Terlalu panjang → manipulasi sulit/striae; terlalu pendek → leak.
Biplanar beveledMasuk tepat anterior vascular arcade, advance tangensial sampai shoulders tertanam, lalu arah posterior dan sejajar iris.Arsitektur tidak stabil bila trajectory salah.
Uniplanar self-sealingBeveled trapezoidal blade dalam satu plane, sekitar 10° dari iris plane.Tunnel pendek dan wound seal buruk.
Near-clearMulai dalam vascular arcade.Sedikit bleeding, conjunctival ballooning, subconjunctival hemorrhage.

Tip yang menggesek iris dapat menyebabkan atrophy dan pupil distortion.

Scleral tunnel

  • Keuntungan: mengurangi early/late SIA, menghindari pemotongan incision RK atau peripheral thinning, serta mempermudah konversi ECCE.
  • Peritomy terbatas, bersihkan Tenon, light bipolar cautery; excessive cautery menyebabkan scleral shrinkage dan astigmatism.
  • Incision dapat linear, smile, frown, atau chevron.
  • Masuk sekitar 1/2 scleral thickness dan dissect anterior ke clear cornea.
  • Terlalu dalam → flap tebal dan premature AC entry dekat iris root.
  • Terlalu superfisial → flap tipis, edge tear, atau buttonhole.
  • Keratome diarahkan posterior ke pusat lensa untuk menciptakan internal corneal lip.
Scleral tunnel incision
Figure 8-7, p. 141. Groove sekitar 1/3–1/2 scleral depth, 2–3 mm posterior limbus, tunnel melewati vascular arcade, lalu short third plane ke AC.

Continuous curvilinear capsulorrhexis pp. 141–143

Keuntungan

  • Mendukung berbagai teknik phaco.
  • Resisten terhadap radial tear yang dapat menjalar ke posterior capsule.
  • Menstabilkan nukleus untuk disassembly dalam bag dan mengurangi endothelial trauma.
  • Mendistribusikan gaya haptic secara sirkumferensial serta membantu centration/stability IOL.
  • CCC sedikit lebih kecil dari optic dapat meningkatkan kontak optic–posterior capsule dan mungkin mengurangi PCO.

Teknik

  • Trypan blue dapat mewarnai anterior capsule.
  • Mulai central radial cut dengan cystotome atau forceps.
  • Lipat flap, engage free edge, dan bawa secara sirkumferensial.
  • Frequent regrasp dekat tear meningkatkan kontrol.
  • Tambahkan OVD untuk meratakan permukaan dan mencegah peripheral extension.
Capsulorrhexis technique
Figure 8-8, p. 142. Puncture, radial extension, flap turnover, lalu circumferential tear.

Masalah ukuran dan runout

MasalahKonsekuensiRespons
Terlalu kecilDisassembly sulit, capsular phimosisUsahakan rim menutupi optic edge 360° tanpa terlalu kecil
Terlalu besarOptic/haptic decentration atau anterior dislocationKontrol tear dan regrasp sering
Runout ke equatorRadial extension ke posterior capsuleLittle maneuver: tarik free edge ke belakang
CCC tidak dapat selesaiTeknik endocapsular lebih sulitKonversi can-opener capsulotomy dapat diterima

Can-opener dibuat dengan multiple punctures/tears memakai cystotome atau bent 27-gauge needle. Risiko anterior tear menjalar ke posterior capsule lebih tinggi sehingga hydrodissection dan endocapsular phaco lebih sulit. Alternatif lain adalah electronic capsulotomy atau femtosecond laser.

Hydrodissection, hydrodelineation, dan nucleus rotation pp. 143–144

Hydrodissection

  • Memisahkan peripheral/posterior cortex dari posterior capsule.
  • Memudahkan nucleus rotation dan menghidrasi cortex agar mudah diaspirasi.
  • Gunakan bent blunt 25–30 gauge atau flattened cannula dengan syringe 3–5 mL berisi BSS.
  • Inject di bawah capsular flap secara radial.
  • Tekan nucleus perlahan ke posterior untuk mengekspresikan cairan dan mencegah posterior capsule rupture.
  • Cari fluid wave melintas di bawah nucleus pada red reflex.
  • Lanjutkan sampai nucleus dapat berputar.
  • Subincisional area dapat memerlukan right-angle/J-shaped cannula atau akses dari paracentesis.
🟥 Risiko lebih tinggi: can-opener capsulotomy, zonula lemah, dan posterior polar cataract.

Bila nucleus terdorong ke AC, reposisi dengan OVD dan sedikit posterior pressure, atau gunakan supracapsular technique.

Hydrodelineation

  • Injeksi BSS ke substansi nucleus untuk memisahkan hard endonucleus dari soft epinucleus.
  • Epinucleus dibiarkan sebagai cushion di atas posterior capsule.
  • “Golden ring” dapat terlihat pada katarak yang tidak terlalu brunescent.
  • Pada white/densely brunescent cataract, epinucleus mungkin tidak ada sehingga tidak efektif.

Nucleus rotation

  • Rotasi bebas menunjukkan hydrodissection adekuat.
  • Kesulitan rotasi dapat berarti hydrodissection tidak cukup, loose zonules, atau posterior capsule rupture.
  • Memaksa rotasi pada zonula lemah dapat memperburuk instability.

Nucleus disassembly dan relative machine settings pp. 144–145

Langkah umum: sculpting, cracking, chopping, grasping, dan emulsifying. Parameter disesuaikan untuk tiap tahap dan density cataract.

💡 Clinical pearl: tepat sebelum phaco, aspirasi sebagian dispersive OVD di atas anterior lens untuk menciptakan working space dan mengurangi thermal wound burn.

Table 8-1 — Preliminary relative settings

TahapVacuum limitAspiration flowUltrasound mode
SculptingLowLowContinuous atau pulse dengan high duty cycle dan high pulses/s
ChoppingHighLow–moderateBurst mode dengan longitudinal ultrasound
Segment removalModerate–highModerate–highPulse mode

Sculpt

Tip tidak fully occluded, minimal vacuum, shaving/debulking terkontrol. Groove lebih dalam sentral dan lebih dangkal perifer karena posterior lens berbentuk scaphoid.

Chop

Tip diimpale dan fully occluded; high vacuum. Burst longitudinal; bevel 0°, 15°, atau 30° lebih mudah diocclude daripada 45°/60°.

Segment removal

Fragmen digenggam dengan moderate-high vacuum, ditarik ke pusat, lalu power diberikan setelah occlusion dan vacuum adekuat.

Epinucleus dapat diangkat dengan flow lebih rendah memakai phaco handpiece atau I/A tanpa ultrasound. Alternatif nonphaco: nitinol loop, prechopper, atau femtosecond fragmentation.

Lokasi emulsifikasi pp. 145–146

LokasiKeuntunganKeterbatasan/risikoSituasi
Posterior chamber/in-the-bagEndothelial trauma lebih rendah; CCC dapat kecil; baik pada pupil kurang optimalDekat posterior capsule; stress kapsul/zonula; teknik splitting lebih advancedLokasi umum setelah hydrodissection/rotation
Iris planeManipulasi memberi lebih sedikit stress pada kapsul/zonula; berada di antara endothelium dan capsule; visualisasi baik pada pupil kecilProlapse nucleus dapat sulit; endothelial damage bila terlalu anteriorSurgeon pemula, capsular/zonular compromise
Anterior chamber/supracapsularSecara teoritis mengurangi zonular stress; berguna pada posterior capsule ruptureIris aspiration dan endothelial injury lebih tinggiMedium-large CCC, nucleus relatif lunak; gunakan OVD dan minimal power

Techniques of nucleus disassembly pp. 146–148

Divide and conquer

  • Teknik 2 tangan yang luas digunakan dan cocok untuk semua kecuali nucleus sangat lunak.
  • Setelah hydrodissection ± hydrodelineation, sculpt central groove dengan continuous ultrasound.
  • Lebar groove sekitar 1–1.5 kali phaco tip.
  • Tanda cukup dalam: striation halus, red reflex lebih terang, central depth 2–3 phaco-tip diameters.
  • Groove harus lebih dalam sentral dan dangkal perifer.
  • Crack menjadi dua atau rotate 90° dan buat groove tegak lurus.
  • Masukkan phaco tip dan second instrument lalu spread untuk complete crack.
  • Engage tiap quadrant, tarik ke pusat, emulsify sequentially.
Divide and conquer central groove
Figure 8-9, p. 146. Groove sentral dibuat dengan low vacuum dan lebih dalam di pusat daripada perifer.

Horizontal chop

  • Tidak memerlukan central groove; memakai natural fault lines.
  • Bury phaco tip di pusat dengan high vacuum.
  • Masukkan horizontal chopper di bawah anterior capsule rim dan engage peripheral endonucleus.
  • Tarik chopper ke arah tip untuk membelah nucleus.
  • Ulangi pada heminuclei untuk membuat wedges kecil.
  • Chopper harus berada di bawah capsular rim dan mengelilingi equatorial nucleus.

Stop and chop

  • Sculpt central groove dan crack menjadi dua.
  • Heminuclei kemudian di-chop menjadi fragmen lebih kecil.
  • Memberi ruang manipulasi lebih luas dalam bag.

Vertical chop

  • Impale pusat nucleus dengan high vacuum.
  • Sharp chopper ditanam berdekatan dengan phaco tip.
  • Tip mengangkat, chopper menekan; pisahkan instrumen untuk complete chop sepanjang natural fault line.
Horizontal and vertical choppers
Figure 8-10, p. 147. Horizontal chopper (A) dan vertical chopper (B).
🟨 Soft nucleus: chopping lebih sulit pada nucleus lunak seperti pure PSC; hydrodelineation dan aspiration dengan minimal phaco power mungkin lebih sesuai.

Irrigation–aspiration, residual cortex, dan capsule polishing pp. 148–149

Coaxial I/A

  • Port diarahkan ke equator dan cortex di-engage dengan low vacuum.
  • Strip ke pusat inflated bag, rotate port agar terlihat, lalu aspirasi dengan vacuum lebih besar.
  • Untuk subincisional cortex: 45°, 90° right-angle, atau 180° U-shaped cannula.

Bimanual I/A

  • Aspiration dari satu paracentesis, irrigation dari paracentesis lain.
  • Instrumen dapat dipertukarkan.
  • Keuntungan: akses subincisional cortex.
  • Kekurangan: memerlukan paracentesis tambahan.

Residual cortex

  • Viscodissection dapat memisahkan cortex yang resisten.
  • Removal dapat ditunda sampai setelah implantasi; rotasi haptic dapat melonggarkan cortex.
  • Timbang manfaat menghilangkan cortex kecil terhadap risiko posterior capsule damage.
  • Fine cortical strands sangat kecil dapat diserap pascaoperasi.

Capsule polishing

  • Posterior capsule dan/atau posterior surface anterior capsule dapat dipoles untuk mengurangi residual epithelial cells, PCO, dan phimosis.
  • Dapat memakai mechanical polisher atau gentle aspiration I/A.
  • Hindari posterior capsule rupture.

Insertion of the intraocular lens pp. 149–153

Lokasi berdasarkan dukungan

Capsular support baik
In-the-bag IOL
|
Posterior rupture + anterior rim cukup
3-piece sulcus IOL
|
Tidak ada support
ACIOL / scleral- or iris-fixated PCIOL

OVD digunakan untuk mengembangkan bag/sulcus, menstabilkan AC, dan melindungi endothelium. Insisi harus cukup besar untuk injector/IOL.

Foldable single-piece IOL

  • Dimasukkan melalui cartridge berisi OVD atau preloaded system.
  • Leading haptic ditempatkan dalam bag di bawah visualisasi langsung.
  • Trailing haptic di-dial clockwise dengan sedikit posterior pressure.
  • Z-configuration memastikan IOL right-side-up.
  • Tidak boleh di sulcus atau AC karena iris chafing dan UGH.
Single-piece IOL
Figure 8-11A, p. 151. Modern foldable single-piece PCIOL.
Three-piece IOL
Figure 8-11B. Modern foldable 3-piece PCIOL; posterior optic displacement dan Z-configuration menunjukkan orientasi benar.

Foldable 3-piece IOL

  • Acrylic/silicone optic dengan polypropylene atau PVDF haptics.
  • Dapat ditempatkan di bag atau ciliary sulcus.
  • Dapat diinjeksi atau dilipat dan dimasukkan dengan forceps.
  • Sering memerlukan incision enlargement.

PMMA IOL

  • Tidak foldable.
  • Dimasukkan dengan smooth forceps.
  • Insisi harus diperlebar; leading haptic dahulu, kemudian optic dan trailing haptic diputar ke posisi.

Scleral- atau iris-fixated PCIOL

  • Digunakan bila capsular support tidak adekuat.
  • Polypropylene atau Gore-Tex lebih disukai daripada nylon karena nylon degradasi.
  • Haptic dapat disuture ke sclera/ciliary sulcus atau iris; alternatif intrascleral fixation dengan/ tanpa glue.
  • Gore-Tex packaging menyatakan bukan untuk penggunaan oftalmik.
  • Berguna bila ACIOL bermasalah karena PAS atau endothelial compromise.
  • Risiko: vitreous hemorrhage, dislocation, tilt, late endophthalmitis.

Anterior chamber IOL

  • Modern open-loop flexible ACIOL dengan 4-point angle fixation.
  • Panjang umum = horizontal WTW + 1 mm.
  • Bila diimplantasi saat primary phaco, main clear corneal incision sebaiknya disuture dan scleral tunnel lebih lebar dibuat di lokasi lain; memperbesar corneal wound dapat mengurangi integrity.
  • Konstriksi pupil, hilangkan vitreus AC, dan lakukan minimal satu peripheral iridectomy.
  • Stabilkan AC dan lindungi endothelium dengan OVD.
  • Lens glide dapat melindungi iris.
  • Masukkan dengan optic vaulted anteriorly dan pastikan right-side-up.
  • Pupil peaking menunjukkan iris tuck; reposition sampai pupil bulat dan optic centered.
Anterior chamber IOL
Figure 8-12, p. 153. Kelman-style open-loop ACIOL dengan 4-point fixation dan anterior displacement optic terhadap haptics.

Setelah IOL insertion dan wound closure pp. 153–154

  • OVD dikeluarkan dari belakang optic, anterior chamber, angle, dan endothelium untuk mencegah postoperative IOP rise.
  • Pada capsule rupture atau sulcus IOL, removal dilakukan dengan manipulasi minimal agar IOL tidak destabilized.
  • BSS melalui paracentesis mengembalikan physiologic IOP dan membentuk AC.
  • Uji main incision terhadap leakage.
  • Hydrate kedua sisi dan/atau roof dengan blunt 25–30 gauge tip.
  • Stromal swelling menghasilkan anterior–posterior reapproximation antara roof dan floor; ini lebih penting daripada external edge apposition.
  • Routine small incision sering tidak memerlukan suture.
  • Leak memerlukan 10-0 nylon atau sealant seperti fibrin glue/cyanoacrylate.
  • Intracameral antibiotic sering diberikan sebelum selesai.

Femtosecond laser–assisted cataract surgery pp. 154–155

  • FDA approval untuk cataract extraction sejak 2010.
  • Nd:glass laser, pulse ultrashort 10−15 s, wavelength 1053 nm near-infrared.
  • Photodisruption membuat cavitation bubbles dengan collateral damage minimal.
  • Dapat membuat capsulotomy, lens fragmentation, corneal relaxing incisions, dan clear corneal incisions.

Planning dan docking

  • Pilih capsulotomy size/centration, fragmentation pattern, relaxing incision optical zone/arc/axis/depth, dan corneal wound architecture.
  • Patient supine, eye didock ke interface.
  • 3-D SD-OCT atau Scheimpflug memetakan anterior segment.
  • Surgeon mengonfirmasi landmark dan axis lalu mengaktifkan pedal.
  • Gas dapat menghasilkan pneumodissection sehingga kebutuhan hydrodissection berkurang.
  • Setelah undocking, tambahan drops dapat diberikan untuk laser-induced miosis.

Di operating room

  • Buka laser-created incisions.
  • Pastikan capsulotomy complete dan angkat anterior capsule.
  • Lakukan gentle hydrodissection/rotation sebelum nucleus removal.
  • Anterior penetrating relaxing incisions dapat dibuka untuk titrasi saat operasi atau di slit lamp postop.
🟥 Komplikasi khusus: subconjunctival hemorrhage, incomplete capsulotomy dengan radial tear, serta capsular gas buildup yang menyebabkan posterior capsule rupture bila hydrodissection agresif.
Argumen pendukungArgumen keterbatasan
Astigmatism incision lebih presisi, capsulotomy lebih centered, phaco energy lebih rendah, kemungkinan posterior rupture berkurang.Biaya lebih tinggi; small-incision phaco modern dapat memberi visual outcome serupa, terutama monofocal nontoric.

Outcomes of cataract surgery pp. 155–156

>90%mata sehat mencapai BCVA 20/40 atau lebih baik
85–89%bila termasuk DR, glaucoma, dan AMD
≈93%SE dalam 1.00 D dari prediksi biometri pada database Eropa

Keberhasilan tidak hanya VA. Studi menunjukkan perbaikan aktivitas di komunitas dan rumah, jumlah jatuh, kesehatan mental, kemampuan mengemudi, dan kepuasan hidup.

Sustainable cataract surgery p. 156

  • Patient safety dan effectiveness tetap prioritas, tetapi biaya, limbah, landfill, energy input, dan carbon footprint perlu dinilai.
  • Satu operasi di Inggris menghasilkan sekitar 30 kali lebih banyak surgical waste dibanding prosedur sejenis di Aravind Eye Hospital dengan endophthalmitis rate tetap rendah.
  • Strategi: smaller drapes, reusable instruments, dan packaging yang lebih berkelanjutan.
  • Pembuangan multidose drops setelah satu pasien dapat membuang biaya besar dan menghasilkan hingga 105,000 metric tons CO₂-equivalent per surgical site per tahun.
  • Task force 2022 merekomendasikan multidose topical medication dapat digunakan pada beberapa pasien bila protokol tepat, dapat dipakai sampai expiration date, dan partially used medication dapat dibawa pasien pulang.
Prinsip: sustainability harus dilakukan tanpa menurunkan sterilitas, keselamatan, dan outcome.

Glossary ultrasonic technology p. 158

Cavitation
Bubble gas dari perubahan tekanan di tip; implosion melepaskan panas dan tekanan lokal. Continuous cavitation kurang efisien daripada transient cavitation dari intermittent ultrasound.
Chatter
Repulsive stroke mengalahkan vacuum/holding power sehingga fragmen menjauh dan kembali ke tip. Dikurangi dengan menurunkan power/stroke.
Duty cycle
Power-on time dibagi total on + off time. Contoh 10 ms on dan 30 ms off = 25%.
Energy
Power × time. Energi dapat dikurangi dengan menurunkan power atau durasi on.
Frequency
Kecepatan gerak bolak-balik; ultrasound >20,000 Hz. Handpiece phaco 27,000–60,000 Hz.
Piezoelectric crystal
Transducer yang mengubah energi listrik menjadi gerak mekanik linear.
Power
Kemampuan tip bergetar dan menyebabkan cavitation; dinyatakan sebagai persentase maksimum stroke, aktif pada pedal posisi 3.
Stroke length
Jarak linear tip; sekitar 0.05–0.10 mm atau 0.002–0.004 inch.

N. 🚨 RED FLAGS

  • Thermal wound burn/CIC akibat power tinggi, irrigation tidak adekuat, atau OVD menghambat cooling.
  • Postocclusion surge dengan sudden chamber shallowing dan aspiration iris/posterior capsule.
  • Clear corneal tunnel terlalu pendek → leak/endophthalmitis; terlalu panjang → poor manipulation/striae.
  • CCC runout, terlalu kecil, atau terlalu besar.
  • Hydrodissection agresif pada posterior polar cataract atau femtosecond gas-filled bag.
  • Memaksa rotation saat zonula lemah atau posterior capsule rupture.
  • Sculpt terlalu dalam di perifer akibat tidak mengikuti scaphoid posterior lens.
  • Emulsifikasi terlalu anterior → endothelial injury; terlalu posterior → capsule injury.
  • Retained OVD → postoperative IOP rise.
  • Single-piece IOL di sulcus/AC → UGH syndrome.
  • ACIOL tanpa vitreous clearance atau peripheral iridectomy → komplikasi termasuk pupillary block.
  • Wound leakage yang tidak disuture atau diseal.

O–R. Clinical pearls, key points, dan mnemonik

💡 Clinical pearls

  • Flow membawa fragmen ke port; vacuum memegang fragmen setelah occlusion.
  • Peristaltic mengontrol flow; Venturi mengontrol vacuum.
  • Pulse/burst menurunkan total energy dan chatter.
  • Tip bevel lebih curam memotong lebih efisien tetapi lebih sulit diocclude.
  • CCC ideal menutupi optic edge 360° untuk centration dan premium IOL stability.
  • Fluid wave + free rotation = hydrodissection berhasil.
  • Groove divide-and-conquer lebih dalam sentral dan dangkal perifer.
  • Chop menggunakan high vacuum dan mechanical fracture untuk mengurangi sculpt energy.
  • Dispersive OVD melindungi endothelium; aspirasi sebagian di depan lensa sebelum phaco untuk working space.
  • Hydration closure bergantung pada roof–floor reapproximation, bukan hanya external lip.

🟨 Mnemonik tambahan

Pedal “I-A-U”: posisi 1 = Irrigation, 2 = Aspiration, 3 = Ultrasound.

Peri = Flow; Venturi = Vacuum.

CCC “Cover 360°” untuk centration dan stability.

Groove: Deep center, Shallow side.

Mnemonik merupakan Penjelasan Tambahan untuk memori dan tidak menggantikan fakta sumber.

Kesalahan umum

  • Menyamakan power dengan energy.
  • Menaikkan power saat chatter tanpa memperbaiki holding power.
  • Mengabaikan compliance dan surge.
  • Memilih bevel curam tetapi gagal memperoleh occlusion.
  • Membuat paracentesis tidak sejajar iris.
  • CCC tanpa OVD yang cukup sehingga runout.
  • Hydrodissection tanpa nucleus decompression.
  • Memaksa nucleus rotation.
  • Sculpting perifer sedalam sentral.
  • Mengemulsifikasi fragmen dekat endothelium.
  • Mengejar cortex kecil dengan risiko capsule rupture yang lebih besar.
  • Tidak aspirasi OVD dari belakang optic.
  • Tidak menguji wound leak.

Q. Active recall

10 pertanyaan singkat

1. Siapa memperkenalkan phaco dan kapan?

Charles Kelman pada 1967.

2. Empat komponen utama mesin?

Handpiece, foot pedal, irrigation system, aspiration pump.

3. Posisi pedal 1, 2, 3?

Irrigation, aspiration/vacuum, lalu ultrasound.

4. Apa duty cycle?

Rasio power-on time terhadap total on + off time.

5. Peristaltic mengontrol apa?

Aspiration flow rate secara langsung dan vacuum limit secara tidak langsung.

6. Venturi mengontrol apa?

Vacuum level secara langsung.

7. Lebar clear corneal incision tipikal?

1.8–3.2 mm.

8. Ukuran cannula hydrodissection?

Bent blunt 25–30 gauge dengan syringe 3–5 mL.

9. Divide-and-conquer groove depth sentral?

Sekitar 2–3 phaco-tip diameters.

10. Frequency phaco handpiece?

27,000–60,000 Hz.

5 kasus klinis

Kasus 1: Chamber tiba-tiba dangkal setelah fragmen lepas dari tip.

Postocclusion surge; tingkatkan infusion, turunkan vacuum, gunakan low-compliance tubing/occlusion software.

Kasus 2: Posterior polar cataract, surgeon akan hydrodissection kuat.

Berisiko posterior capsule rupture; hydrodissection harus dihindari atau sangat hati-hati sesuai situasi.

Kasus 3: Zonula lemah dan nucleus tidak dapat berputar.

Jangan paksa rotasi; evaluasi hydrodissection, zonula, dan kemungkinan capsule rupture.

Kasus 4: Posterior capsule rupture tetapi anterior rim cukup.

3-piece PCIOL dapat ditempatkan di sulcus; jangan memakai single-piece IOL.

Kasus 5: Luka masih Seidel-positive setelah hydration.

Lakukan closure tambahan, misalnya 10-0 nylon atau sealant yang sesuai.

5 pertanyaan “mengapa”

Mengapa intermittent power menurunkan energy?

Karena power hanya aktif sebagian waktu dan rest interval mengurangi total power-on time.

Mengapa bevel 45° lebih sulit diocclude?

Opening lebih besar dan oval sehingga lebih sulit memperoleh full occlusion.

Mengapa groove lebih dangkal perifer?

Posterior lens berbentuk scaphoid sehingga capsule lebih dekat di perifer.

Mengapa OVD harus diaspirasi setelah implantasi?

Retained OVD dapat menghambat outflow dan menaikkan IOP.

Mengapa single-piece IOL tidak di sulcus?

Haptic/optic dapat menggesek iris dan menyebabkan UGH.

5 diagnosis/teknik banding

Pulse vs burst?

Pulse mengubah power tiap pulse dengan interval tetap; burst memakai preset power dengan interval yang memendek hingga continuous.

Peristaltic vs Venturi?

Peristaltic direct-flow control; Venturi direct-vacuum control.

Clear corneal vs scleral tunnel?

Clear corneal lebih sederhana dan kecil; scleral tunnel dapat mengurangi SIA dan aman pada prior RK/peripheral thinning serta memudahkan ECCE conversion.

Divide-and-conquer vs chop?

Divide-and-conquer memerlukan sculpt grooves; chop menggunakan mechanical fracture dengan high vacuum dan lebih sedikit sculpt energy.

Coaxial vs bimanual I/A?

Coaxial satu handpiece; bimanual memisahkan irrigation dan aspiration untuk akses subincisional lebih baik tetapi memerlukan paracentesis tambahan.

5 terapi/monitoring

Apa setting relatif sculpt?

Low vacuum, low flow, continuous atau high-duty pulse.

Apa setting relatif chop?

High vacuum, low–moderate flow, burst longitudinal.

Apa setting segment removal?

Moderate–high vacuum dan flow, pulse mode.

Apa yang dinilai setelah IOL insertion?

OVD removal, IOL centration/stability, physiologic IOP, wound leak, dan kebutuhan suture.

Apa outcome refraksi benchmark?

Sekitar 93% dalam 1.00 D dari prediksi pada database Eropa.

S. One-Page Review

Mesin & fluidics

  • Pedal 1 irrigation, 2 aspiration, 3 ultrasound.
  • Peristaltic = direct flow; Venturi = direct vacuum.
  • Pulse/burst menurunkan energy dan chatter.
  • Surge terjadi setelah occlusion pecah.

Tahapan

  • Marking → incision → CCC → hydro → rotation.
  • Sculpt/chop → segment removal → I/A.
  • IOL → OVD removal → pressure → wound closure.

Angka

  • Incision 1.8–3.2 mm.
  • Paracentesis 2–3 clock-hours dari main wound.
  • Hydro cannula 25–30 G; syringe 3–5 mL.
  • Groove 1–1.5 tip widths; depth 2–3 tip diameters.
  • Frequency 27–60 kHz; stroke 0.05–0.10 mm.

Bahaya

  • Wound burn, surge, capsular tear.
  • Hydro pada posterior polar.
  • Forced rotation pada zonulopathy.
  • Single-piece sulcus.
  • Retained OVD dan wound leak.

T. Pemeriksaan kelengkapan

  • ☑ Highlights
  • ☑ Introduction/history
  • ☑ Instrumentation
  • ☑ Figure 8-1
  • ☑ Foot pedal
  • ☑ Power delivery
  • ☑ Phaco tip/Figure 8-2
  • ☑ Pulse/burst/Figure 8-3
  • ☑ Torsional/elliptical
  • ☑ Irrigation
  • ☑ Peristaltic/Figure 8-4
  • ☑ Venturi/Figure 8-5
  • ☑ Fluidics glossary
  • ☑ Eye marking/time-out
  • ☑ Exposure
  • ☑ Paracentesis
  • ☑ Clear corneal incision/Figure 8-6
  • ☑ Scleral tunnel/Figure 8-7
  • ☑ CCC/Figure 8-8
  • ☑ Hydrodissection
  • ☑ Hydrodelineation
  • ☑ Nucleus rotation
  • ☑ Table 8-1
  • ☑ Sculpt/chop/segment settings
  • ☑ Emulsification locations
  • ☑ Divide and conquer/Figure 8-9
  • ☑ Horizontal/vertical chop/Figure 8-10
  • ☑ I/A
  • ☑ Capsule polishing
  • ☑ IOL insertion
  • ☑ Single-piece/3-piece/Figure 8-11
  • ☑ PMMA
  • ☑ Scleral/iris fixation
  • ☑ ACIOL/Figure 8-12
  • ☑ After IOL
  • ☑ Wound closure
  • ☑ Femtosecond laser
  • ☑ Outcomes
  • ☑ Sustainable surgery
  • ☑ Ultrasonic glossary
  • ☑ Red flags
  • ☑ Clinical pearls
  • ☑ Active recall
  • ☑ One-page review
Printed pages covered131–158
PDF pages28
Source tablesTable 8-1 direkonstruksi lengkap.
Source figuresFigures 8-1 sampai 8-12 dimasukkan atau direkonstruksi dari file sumber.
GlossarySeluruh istilah fluidics/phacodynamics dan ultrasonic technology disertakan.
Penjelasan tambahanHanya mnemonik dan tata visual/algoritma restrukturisasi; ditandai jelas.
Bagian tidak tersediaVideo dan tautan eksternal tidak disalin karena kontennya tidak berada dalam PDF.